Konten is king

Konten Itu Sebenarnya Apa Sih?

Content is the King! Sepertinya adalah frase yang sudah tidak asing lagi di telinga apalagi kamu yang bergerak dalam bidang kreatif dan content creator. Di media sosial, kamu bisa melihat ada orang joget-joget, makan mie instant satu panci besar, sampai ke berita heboh artis ternama indonesia. Sebagai pelaku bisnis UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah), udah pasti pusing banget bersaing sama konten-konten yang mungkin sudah ada milyaran tersebar di seluruh internet kita. Views kecil dan engagement ngga ada udah jadi berita sehari-hari saat kita bikin konten buat jualan kita. Konten, konten, dan konten selalu jadi obrolan para motivator bisnis UMKM yang kita ikuti. Tapi sebenarnya, apa sih konten itu sebenarnya?

Sebenarnya, kalau dari KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia, konten adalah suatu informasi yang tersedia pada media atau produk elektronik. Konten pada media ini bisa diartikan sebagai suatu alat yang menjadi media berkomunikasi antar pengguna media elektronik. Tapi di era sekarang ini, konten itu sudah bukan sekedar lagi informasi. Apakah kamu ingat film Lion King? Karya Disney dimana Mufasa mengajak Simba datang menatap area Savanna menghadap matahari yang epic sekali? Nah, sama seperti kata Mufasa kepada Simba, “Everything lights touches is our kingdom” sudah berubah menjadi “Everything the lights touches is content”.

Ini bukan mengada-ngada, tapi dari seorang penulis bisnis ternama Ann Handley yang memelintir frase tersebut dan menjadi sangat iconic di industri kreatif dan marketing era sekarang ini. Dalam buku Rumus Lingkaran : Content & Marketing In a Nutshell, menjelaskan dengan sangat padat kalau apapun yang diakses oleh audiens, baik dari situs web, platform, atau media sosial itu adalah konten. Zaman dulu, saat internet belum menyerang, audiens hanya mendapatkan informasi lewat TV atau koran saja untuk mendapatkan konten / informasi. Tapi zaman sekarang, konten bisa diakses lewat mana saja. Dan hebatnya, konten juga bisa diproduksi oleh siapa saja dan kapan saja. Audiens pun juga bebas untuk memilih apa yang ingin dia lihat dan dia butuhkan. Makanya, frase Mufasa dan Simba ini menjadi tepat banget untuk menggambarkan apa sih sebenarnya konten itu di zaman sekarang.

Jadi buang jauh-jauh dulu bayangan bahwa disaat kamu bikin konten, semua mata akan tertuju padamu baik dalam konotasi baik ataupun buruk. Karena faktanya, apapun yang kamu pikirkan atau kamu lakukan itu adalah konten. Disaat hal ini berlaku pada kamu, berarti hal ini juga berlaku kepada semua orang. Tinggal masalahnya adalah mencari hal yang kamu lakukan dan kamu pikirkan itu menarik perhatian orang. Contoh terbaik untuk menjelaskan bahwa atensi atau perhatian orang menjadi mahal sekali adalah saat Debat Kampanye Pemilihan Presiden 2024 yang bertepatan dengan selesainya Kejuaraan Dunia MLBB M5 (Game Mobile Legend). Perhatikan dan dengarkan pembicaraan orang-orang di dekat kamu, jika mereka adalah penggiat politik pasti akan seru dengan obrolan seputar debat kampanye Pilpres 2024 sedangkan untuk mereka yang penggiat game Mobile Legends akan lebih banyak membicarakan seputar kenapa tim Indonesia kesayangannya kalah di Kejuaraan Dunia ML. Lihat, bahkan ajang sepenting Pemilihan Presiden 2024 juga kehilangan atensi-nya dari para penggiat game Mobile Legends itu.

Sekarang mari kita kaitkan dengan contoh 2 ajang besar tersebut ke dalam konten jualan kamu. Apakah kamu masih berpikir bahwa perhatian orang tertuju pada jualan kamu disaat bahkan 2 ajang besar tersebut masih saling berebut atensi dari para audiensnya?

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *